KAMI, Kumpulan Orang Sakit Hati Kalah Pilpres 2019

0 0
Read Time:1 Minute, 52 Second

JAKARTA – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menjadi sorotan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Megawati dalam sebuah kesempatan menyinggung KAMI sebagai koalisi yang dibentuk dari orang-orang yang ingin menjadi presiden.

“Wah KAMI itu kayaknya banyak banget yang kepingin jadi presiden. Saya mikir lah daripada bikin seperti begitu, kenapa engga dulu cari partai karena peraturan di republik ini, ketatanegaraan, tata pemerintahan termasuk pilkada dan pemilu maka seseorang harus mencari partai, dukungan, usungan,” ucap Megawati saat berpidato pada kegiatan pembukaan Sekolah Calon Kepala Daerah (Cakada) Gelombang II Menuju Pilkada Serentak 2020 secara daring, Rabu (26/8).

Hal ini ditanggapi oleh, Direktur Eksekutif Segitiga Institute, M. Sukron menilai sindiran tersebut ada benarnya. Sebab, menurutnya, kritik dan usulan yang disampaikan KAMI nyatanya berujung pada desakan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur. Ditambah, ada tokoh yang pada 2019 lalu berniat menjadi calon presiden.

“Kalau KAMI itu murni gerakan moral, harusnya ketika deklarasi kemarin, jangan ada poster yang menyuarakan pemakzulan presiden. Apalagi ada tokoh seperti Gatot Nurmantyo yang pada 2019 kemarin gagal jadi calon presiden,” kata Sukron

Dugaan KAMI adalah sekumpulan sakit hati yang kalah dalam Pilpres 2019 juga diungkapkan oleh politikus Partai Kebangkitan Bangsa (‎PKB), Abdul Kadir Karding. Dirinya mengatakan bahw KAMI itu adalah bagian orang yang sakit hati di Pilpres 2019 lalu. Mereka orang-orang yang kalah di Pilpres 2019 silam dan adalah bukan pendukung Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin.

“Pendeklarasikan KAMI dapat dimaknai sebagai koalisi orang-orang yang kalah dalam Pilpres. Karena kalau melihat daftar nama sebagian besar adalah orang-orang yang kecewa ketika Pilpres terdahulu,” ujar Karding, JawaPos (19/8).

Seharusnya apabila oposisi sudah kalah dalam satu kompetisi. Maka seharusnya para oposisi tersebut bisa mendukung pemerintahan dalam membangun negeri ini. Terlebih situasi pandemi Covid-19 saat ini diharapkan semua elemen dapat bersatu untuk memulihkan situasi nasional bukan malah memperkeruh dengan mencari panggung.

Sementara itu, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo sempat angkat suara tentang pembentukan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
Menurut Gatot, tokoh-tokoh yang tergabung dalam KAMI adalah orang-orang yang memang sakit hati dengan pemerintah.

“Ini memang kita semua sakit hati, sakit hatinya adalah kondisi seperti ini maka kita bersama-sama menyampaikan suara hati nurani rakyat,” ungkap Gatot dalam acara indonesia Lawyers Club (18/8).

(EL)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %