Manuver KAMI Sarat Kepentingan Politis

0 0
Read Time:2 Minute, 42 Second
Oleh : Zakaria )*

13/09/2020 – Deklarasi KAMI yang menyentak perhatian publik membuat orang bereaksi negatif. Mereka dicibir karena hanya bisa menuntut tanpa memberi kejelasan, bagaimana cara menyelamatkan Indonesia yang baik dan benar. Publik menduga KAMI bermuatan politis, dan menyiapkan diri untuk pilpres 2024.

Ketika Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia dibuat, masyarakat tak terlalu antusias. Karena mereka membuat kesalahan fatal, yakni mengadakan deklarasi dengan mengundang ratusan orang. Padahal di masa pandemi hal ini berbahaya karena mereka jelas melanggar protokol kesehatan. Mereka lupa bahwa corona bisa menular lewat udara pengap dan kotor.

KAMI juga sarat dengan kepentingan politis. Meskipun mereka mengelak kelompok ini akan dijadikan partai baru, namun sudah tercium aroma tak enak saat mereka menggaet banyak tokoh terkenal, demi publisitas yang baik. Ketika salah satu putri Bung Hatta diundang saat deklarasi, ia mengaku hanya datang untuk memperingati hari kemerdekaan, bukan mendukung KAMI.

Parahnya, KAMI juga mengundang duta besar Palestina untuk menghadiri deklarasi, seolah-olah mereka cari dukungan sekaligus mendapat simpati karena dianggap membela tanah Gaza. Padahal Pak Dubes bukan seorang simpatisan KAMI. Beliau hanya mendatangi undangan untuk memperingat kemerdekaan Indonesia, dan merasa terkecoh setelahnya.

Mengapa KAMI begitu ambisius dalam upaya mencapai tujuan politisnya? Karena mereka ingin salah satu dari anggotanya dipilih jadi pejabat, kalau bisa jadi presiden. Karena Joko Widodo tak bisa mencalonkan lagi jadi presiden. Daripada publik menduga siapa penggantinya, lebih baik mereka  sibuk tebar pesona. Mumpung pilpres masih 4 tahun lagi, jadi cukup untuk membuat pencitraan.

Politisi Nanang Priyo Utomo menyatakan bahwa KAMI sungguh tidak sabaran. Seharusnya mereka menunggu pemilu 2024 dan bertarung secara jantan. Tentunya melalui partai masing-masing. Namun sekarang mereka seperti kebelet kekuasaan. Ambisi politik ini yang membuat KAMI gagal mendapat simpati rakyat, karena hanya bisa menyalahkan pemerintah tanpa membantu kinerja presiden sama sekali.

Nanang melanjutkan, kritik kepada pemerintah itu wajar dan penting dalam negara demokrasi. Namun KAMI tidak bisa membohongi rakyat, karena mereka bisa tahu mana kritik yang merusak dan krtik positif. Sedangkan para anggota KAMI hanya bisa menuntut dan menjelek-jelekkan, tapi sayangnya tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Salah satu indikasi bahwa KAMI adalah kelompok bermuatan politis tercermin dari salah satu maklumat mereka. Ada struktur organisasi yang terdiri dari dewan deklarator yang dipmpin oleh presidum, komisi eksekutif, dan komisi-komisi. Struktur ini seperti pembagian tugas kepemimpinan antara presiden dan mentrinya. Pada maklumat ini jelas terlihat bahwa KAMI membentuk kabinet bayangan.

Tujuan dari kabinet bayangan ini jelas untuk dipakai ketika salah satu anggota KAMI menjadi presiden dan tinggal menempatkan siapa anggota lain yang pantas jadi mentri. Padahal KAMI bertujuan awal menyelamatkan Indonesia, namun malah membuat struktur organisasi negara. Buat apa? Seharusnya mereka menyelamatkan rakyat Indonesia dengan tindakan nyata, bukan dengan bualan.

Oleh karena itu, makin banyak masyarakat yang menolak keberadaan KAMI. Karena sudah jelas  sekali muatan politisnya. Bahkan tak ada tindakan nyata mereka untuk selamatkan Indonesia sama sekali. Seharusnya para anggota KAMI tak hanya pamer kemampuan berpidato, namun mengadakan acara bakti sosial, membentuk koperasi simpan pinjam, atau tindakan lain untuk menolong rakyat miskin.

Masyarakat sudah lelah dengan aksi dari para anggota KAMI yang terus mencaci progam pemerintah dan berambisi ingin berkuasa. Tujuan politis mereka sudah tercium karena organisasi ini punya struktur seolah-olah mengatur sebuah negara. Rakyat sudah melek politik dan menganggap keberadaan KAMI sebagai angin lalu.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Bogor

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %