Antisipasi Berulangnya Gangguan Keamanan di Yahukimo, Brimob Tambah Pasukan

Petugas mengecek badan pesawat usai penembakan Pesawat Trigana Air
0 0
Read Time:4 Minute, 22 Second

impresionis.com – Aksi gangguan keamanan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua Pegunungan. Setelah sebelumnya terdapat dua warga sipil yang tewas setelah dihadang dan ditembak kelompok separatis bersenjata. ┬áKali ini sebuah teror dialami oleh Pesawat Boeing milik Trigana Air IL 222 Seri 300 dengan nomor penerbangan PK-YSC yang mengalami penembakan sebanyak 8 kali, yakni 4 kali tembakan saat landing dan 4 kali tembakan setelah melaksanakan take off. Adapun tembakan ketika take off berhasil mengenai badan pesawat, hingga menembus kursi penumpang nomor 7C di sebelah kiri pesawat yang tidak ditempati. Pesawat yang dikemudikan oleh Pilot Kapten Edy Sunarto tersebut berhasil mendarat dengan selamat meski sempat ditembaki setelah terbang dari bandara Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Prabowo dijelaskan bahwa penembakan terjadi pada sabtu siang 11 maret 2023 sekitar pukul 13:15 WIT. Aksi penembakan pertama kali diketahui oleh personel Opsnal Polres Yahukimo yang sedang melakukan kegiatan pengamanan di Area Bandara Nop Goliat Dekai. Melalui Handy Talky personel, terdengar bunyi tembakan sebanyak 4 kali pada saat pesawat Trigana Air landing yang berasal dari arah seputaran Kali Brasa Dekai. Usai pesawat mendarat, tim gabungan bersama pihak maskapai langsung mengecek body pesawat dan tidak ditemukan bekas tembakan. Ketika pesawat Trigana Air lepas landas menuju Bandara Sentani, Jayapura, kembali terdengar lima kali tembakan ke arah pesawat. Saat dilakukan pengecekan kembali di Bandara Sentani Jayapura terdapat 1 lubang bekas tembakan di bawah pesawat dan satu penumpang terkena serpihan pecahan kursi. Meski demikian, pesawat tersebut mendarat di Bandara Sentani dengan selamat membawa 66 orang penumpang.

Berdasarkan kesaksian seorang penumpang yang enggan menyebut namanya, menceritakan detik-detik saat penembakan terjadi. Dari dalam pesawat terdengar suara tembakan sesaat pesawat lepas landas. Bahkan, suara tembakan terdengar hingga ke kabin pesawat. Para penumpang yang berada di dalam pesawat lantas bertanya-tanya sumber suara tersebut. Aviation Security and Saferty Manager Trigana Air, Kapten Alfred menyatakan bahwa jadwal penerbangan dari dan ke bandara Dekai dihentikan hingga waktu yang belum ditentukan.

Aksi Penembakan Pesawat, Kejar Eksistensi Kelompok Namun Rugikan Masyarakat Sekitar

Masih berdasarkan penjelasan dari Kabid Humas Polda Papua, bahwa langkah taktis langsung dilaksanakan oleh tim gabungan dengan pengejaran terhadap para pelaku menyisir tempat-tempat rawan di area sekitar bandara Nop Goliat Dekai. Dalam penyisiran tersebut, petugas mengamankan 7 orang terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti berupa busur dan panah, pisau, sabit, sangkur, dan tiga unit sepeda motor. Ketujuh orang yang ditangkap, yakni NN, EG, TS, DM, EW, NP, dan EG saat ini masih diperiksa oleh penyidik. Besar kemungkinan, mereka adalah bagian dari kelompok separatis Papua meski belum diketahui siapa yang memimpin.  

Penembakan pesawat sebenarnya bukan kali ini saja terjadi dan melibatkan kelompok separatis. Pada Januari 2023 lalu sebuah bangunan sekolah SMK Negeri Oksibil di Pegunungan Bintang papua dibakar. Tak hanya membakar, kelompok tersebut juga menembaki pesawat logistik milik Trigana Air Ikaros nomor registrasi PL HVV dari Boven Digoel tujuan Oksibil. Pesawat ditembaki di ujung bandara Oksibil, hingga gagal landing dan kembali ke Boven Digoel.

Keputusan pihak maskapai penerbangan Trigana Air untuk menutup sementara penerbangan menuju Bandara Nop Goliath di Distrik Dekai menjadi keputusan tepat. Namun disisi lain, pihak yang kemudian dirugikan adalah masyarakat di Yahukimo. Untuk diketahui bahwa sejauh ini adanya rute penerbangan oleh Trigana Air sangat membantu dalam mobilitas warga maupun distribusi logistik warga. Maksud licik para anggota kelompok separatis yang ingin menunjukkan eksistensinya dengan melakukan aksi gangguan serangan, justru berbalik pada dirinya sendiri hingga melibatkan masyarakat sekitar. Karena wilayah Yahukimo akan menjadi wilayah yang terbatas sebelum nantinya pihak maskapai Trigana Air membuka kembali jalur penerbangan di wilayah tersebut.

Penambahan Pasukan Keamanan di Yahukimo

Merespon sejumlah aksi gangguan keamanan yang dilakukan kelompok separatis Papua di wilayah Yahukimo khususnya dalam beberapa bulan terakhir. Polda Papua memutuskan menambah satu kompi brimob untuk diperbantukan guna memperkuat keamanan di Dekai, Ibukota Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan. Penambahan tersebut dilakukan juga untuk mengatasi gangguan keamanan dimana salah satunya adanya insiden penembakan pesawat komersil. Pihak Polda Papua tak menginginkan terjadi gangguan terhadap lalu lintas penerbangan di wilayah tersebut.

Egianus Kogoya Kelabuhi Publik dalam Mengabarkan Kondisi Pilot Susi Air

Sementara itu berkaitan dengan progres pembebasan pilot Susi Air yang masih disandera oleh OPM pimpinan Egianus Kogoya. Berdasarkan hasil penyelidikan, terdapat fakta yang disampaikan oleh Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Faizal Ramadhani bahwa pihakya menduga salah satu kelompok separatis di Papua pimpinan Egianus Kogoya sedang berusaha mengelabuhi aparat TNI Polri dan masyarakat luas.

Modus pengelabuhan dilakukan dengan penyebaran video dan foto Pilot Susi Air dengan latar belakang sedang bersama dengan Egianus Kogoya dan kelompoknya. Namun dibalik itu, terdapat maksud dari sebaran video dan foto tersebut yakni ingin mengecoh pihak aparat yang saat ini tengah melakukan pencarian. Pasalnya, berdasarkan hasil pantauan, posisi pilot tidak selalu bersama dengan Egianus Kogoya.

Satgas Damai Cartenz hingga saat ini terus melakukan identifikasi adanya sebaran video dan foto tersebut guna melacak posisi Egianus Kogoya. Hal tersebut menjadi penting dilakukan untuk mengetahui pergerakan sang penyandera pilot Susi Air. Disamping itu, pihak kepolisian juga terus mendalami perihal pelaku penembakan pesawat Trigana Air di Yahukimo. Apakah berkaitan dengan penyanderaan sang pilot, atau dilakukan kelompok lain secara terpisah. Kerja sama masyarakat sekitar sangat bermanfaat dalam turut serta memberikan informasi terkait keberadaan para kelompok separatis yang jelas-jelas telah merugikan masyarakat dan bahkan dirinya sendiri.

__

Agus Kosek

(Pemerhati Masalah Papua)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
%d bloggers like this: