Pemerataan Pembangunan Papua Demi Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat 

0 0
Read Time:3 Minute, 47 Second

Oleh Margaret Elderani )*

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong pembangunan di Papua guna menciptakan kesejahteraan tidak hanya bagi penduduk lokal di sana, tetapi juga untuk seluruh bangsa Indonesia. Pemerataan pembangunan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat integrasi sosial, ekonomi, dan politik Papua dengan Indonesia secara keseluruhan.

Papua merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi luar biasa dalam hal sumber daya alam dan keanekaragaman budaya. Namun, selama beberapa dekade, pembangunan di Papua belum sepenuhnya merata dan terkadang terkendala oleh berbagai faktor seperti infrastruktur yang kurang memadai, akses terbatas terhadap layanan kesehatan dan pendidikan, serta ketimpangan ekonomi.

Pemerintah menyadari pentingnya pemerataan pembangunan di Papua sebagai bagian integral dari pembangunan nasional yang berkelanjutan. Langkah-langkah strategis telah diambil, seperti peningkatan investasi dalam infrastruktur, peningkatan akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, serta program-program ekonomi inklusif yang melibatkan masyarakat setempat.

Penjabat Gubernur Papua, M Ridwan Rumasukun, menyebut pembangunan di Provinsi Papua terus menunjukkan tren positif. Menurut Ridwan, data triwulan III-2023 menunjukkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8,28%, melebihi rata-rata nasional sebesar 4,94%. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Papua juga mengalami peningkatan signifikan, mencapai 61,39 pada tahun 2022.

Ridwan menambahkan, terkait ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Papua sebesar 2,67 persen menunjukkan angka yang menggembirakan. Percepatan Pembangunan Papua juga terbukti sukses pasca pemekaran, terlihat dari program-program Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif. Menurutnya, dalam aspek Papua Sehat, angka umur harapan hidup yang mencapai 66,23 tahun menunjukkan peningkatan yang signifikan. Sementara upaya mengurangi prevalensi stunting juga berhasil, dengan penurunan dari 29% pada Tahun 2021 menjadi 26,9% pada tahun 2022.

Di sektor Papua Cerdas, terdapat peningkatan harapan lama sekolah baik untuk anak-anak maupun penduduk dewasa. Rata-rata lama sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas meningkat dari 6,76 tahun pada tahun 2021 menjadi 7,02 tahun pada tahun 2022. Sedangkan Papua Produktif menunjukkan perkembangan positif, dengan penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran terbuka.

Peningkatan infrastruktur, termasuk jaringan transportasi dan telekomunikasi, tidak hanya memfasilitasi pertumbuhan ekonomi di Papua tetapi juga menghubungkan wilayah tersebut dengan bagian lain dari Indonesia. Hal ini membuka peluang bagi Papua untuk berpartisipasi secara lebih aktif dalam perekonomian nasional dan meningkatkan keterpaduan antara Papua dan wilayah lainnya.

Upaya pemerintah untuk meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup penduduk Papua. Dengan memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua melalui pendidikan yang berkualitas dan pelayanan kesehatan yang lebih baik, akan tercipta modal manusia yang tangguh untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.

Universitas Cendrawasih (Uncen) menyatakan siap melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan mumpuni guna membantu pembangunan di setiap daerah di Papua, khususnya di Papua Barat Daya. Papua Barat Daya sangat terkenal dengan kekayaan alam yang dimilikinya, seperti pariwisata, tambang, hutan yang luas, perikanan dan kelautan, itu hanya bisa berkembang jika SDM-nya sangat mapan.

Ketua Program Studi Magister Manajemen Universitas Cendrawasih (Uncen) Ferdinan Risamasu menjelaskan, pembangunan daerah yang berkaitan dengan optimalisasi potensi alam yang dimilikinya tentu tidak terlepas dengan SDM yang mumpuni. Untuk itu, dukungan konkret lembaga pendidikan seperti Uncen dalam menghadirkan sekolah vokasi dinilai diperlukan untuk menjawab kebutuhan pembangunan potensi alam di Papua Barat Daya.

Ferdinan menyebut Kota Sorong sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat Daya dulu dikenal dengan istilah ‘kota minyak’ dan ‘kota jasa’. Namun kota jasa yang dimaksud belum terlalu jelas dan tidak tampak sesuai dengan predikat yang disematkan. Persoalan ini tidak pernah terpikirkan dan diharapkan kedepannya, hal ini harus dibuat agar provinsi Papua Barat Daya berkembang melalui penguatan SDM yang mumpuni, sehingga pertumbuhan ekonomi di ibu kota provinsi ke-38 itu bisa tumbuh dan berkembang.

Senada dengan Ferdinan Risamasu, Penjabat Gubernur Papua Barat Daya, Muhammad Musa’ad juga berharap Uncen bisa ikut berperan di dalam pembangunan guna memberdayakan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di Papua Barat Daya.

Pemerintah juga telah mengimplementasikan program-program ekonomi inklusif yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat setempat, termasuk program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat adat dan program-program pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi lokal. Dengan memberdayakan masyarakat Papua secara ekonomi, akan tercipta stabilitas sosial dan ekonomi yang mendukung pembangunan jangka panjang di wilayah tersebut.

Secara keseluruhan, pemerataan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah di Papua memiliki dampak positif yang tidak hanya dirasakan oleh penduduk lokal di sana, tetapi juga oleh seluruh bangsa Indonesia. Dengan memperkuat Papua sebagai bagian integral dari Indonesia, akan tercipta kesejahteraan yang lebih merata dan kekuatan yang lebih besar bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan. Oleh karena itu, teruslah mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Papua.

)* Penulis merupakan mahasiswi asal Semarang

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
%d bloggers like this: