Masyarakat Tolak KAMI, Karena Tidak Percaya Narasi Yang Disuarakan

Read Time:58 Second

19/09/2020 – Berbagai penolakan terhadap aktivitas Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) terus bermunculan di berbagai daerah. Masyarakat tidak percaya bahwa perjuangan yang diusung KAMI murni gerakan moral. Sebab masyarakat menilai pernyataan yang disuarakan cenderung bernuansa politik. Sehingga penolakan pun terjadi karena merasa KAMI tidak mewakili aspirasi masyarakat.

Paguyuban Warga Tasikmalaya (PWT) melakukan aksi unjuk rasa juga menolak hadirnya KAMI. Mereka melakukan orasi ke beberapa titik jalur pusat kota. Mereka menilai gerakan KAMI cenderung memprovokasi masyarakat. Koordinator PWT, Yosep Nurman, mengatakan bahwa KAMI ini memanipulasi gerakan moral untuk kepentingan politik.

“KAMI ini kan sudah jelas gerakan politik. Mereka hanya akan memecah belah bangsa. Intinya KAMI memprovokasi masyarakat dan membenci Pemerintah,” tutur Yosep Nurman.

Ditempat terpisah, Gerakan Bersama Rakyat Anti-KAMI (Gebrak) Klaten juga melakukan aksi penolakan terhadap provokasi KAMI. Koordinator Gebrak, Gatot Nugroho, mengatakan bahwa KAMI menyebarkan kebencian ke Pemerintah. Hal ini dianggap akan menciptakan kegaduhan. “Kehadiran KAMI dinilai dapat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Gatot.

Gebrak tidak ingin adanya politik adu domba dan provokasi rakyat dengan mendompleng isu pandemi Covid-19. Untuk itu, Gatot meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh KAMI. “Sebaiknya masyarakat menolak provokasi KAMI. Jangan sampai kita terpecah,” tutupnya. (DS)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %