Biadabnya KSTP, Menyerang dan Membunuh Tanpa Ampun

0 0
Read Time:3 Minute, 28 Second

impresionis.com – Kelompok Separatis dan Teroris Papua (KSTP) tidak berhenti melakukan serentetan aksi penyerangan yang membuat kerusakan fasilitas umum hingga menghilangkan nyawa orang lain. Pada Desember 2022, tercatat bahwa kelompok tersebut telah membunuh tiga tukang ojek di kawasan Pegunungan Bintang, menembak mati seorang pagawai bank di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, serta menyerang iring-iringan polisi di Kepulauan Yapen dan mengakibatkan seorang warga sipil yang berada di sana meninggal dunia terkena tembakan KSTP.

KSTP tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga melakukan pembunuhan secara sengaja. Sudah banyak korban dari rakyat sipil, mulai dari murid, guru, hingga tenaga kesehatan yang jadi korban kekejaman KSTP. Mereka kehilangan nyawa  gara-gara serangan KSTP padahal keberadaan orang-orang itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Tuduhan mata-mata kerap jadi alasan KSTP ketika membunuh warga sipil. Namun, tuduhan-tuduhan ini tak bisa dibuktikan dan pihak kepolisian pun dengan tegas menyangkalnya. KSTP menembaki orang lain sembarangan, padahal statusnya sama-sama orang Papua, hanya karena kecurigaan akan adanya mata-mata di sekitarnya.

Rakyat juga semakin sengsara karena saat ada penyerangan KSTP, aktivitas berhenti sejenak disebabkan masyarakat takut ada penembakan berikutnya. Yang dirugikan adalah warga Papua yang berjualan di pasar karena tidak bisa berdagang seperti biasanya, padahal pendapatannya tergantung dari hasil penjualan hari itu. Rakyat menderita baik secara ekonomi maupun psikis karena KSTP juga menyebarkan video-video hoaks dan propaganda di media sosial.

Masyarakat Menolak Eksistensi KSTP

Masyarakat Papua menolak eksistensi kelompok separatis dan teroris (KST) karena mereka bersalah. KST selalu meneror masyarakat sampai menimbulkan korban jiwa. Amatlah salah jika ada klaim yang menyatakan bahwa rakyat mendukung kelompok separatis tersebut. Penyebabnya karena masyarakat membenci KST, karena selalu menyakiti orang asli Papua.

Eksistensi KSTP dengan semua aksi bejadnya selama ini pasti menimbulkan rasa takut yang tak berkesudahan bagi warga setempat. Tidak salah jika warga Papua meradang dan mengekspresikan kecemburuan mereka terhadap saudara-saudaranya sebangsa dan setanah air di wilayah lain yang boleh menikmati dinamika kehidupan normal tanpa rasa takut oleh serangan dadakan dari KSTP.

Akhir-akhir ini muncul klaim dari KSTP bahwa mereka didukung oleh rakyat Papua. Padahal, pengakuan itu adalah salah besar. Kenyataannya, rakyat Papua turut membenci dan mengecam KSTP karena kelompok tersebut terus melakukan aksi teror tak hanya ke aparat keamanan tetapi juga ke warga sipil. Bahkan KSTP tega menggauli dan melecehkan gadis-gadis Papua. Hal ini tentu sungguh tidak berperikemanusiaan.

Selain itu, masyarakat Papua juga tidak mau bergaul dengan KSTP karena yang mereka serang bukan hanya pendatang, tetapi juga orang asli Papua. Masyarakat Papua tidak mau mendukung KSTP karena pada dasarnya masyarakat di Papua juga memiliki rasa nasionalisme dan kecintaan yang tinggi terhadap bangsa Indonesia. Papua secara mutlak adalah bagian dari Indonesia. Terlebih, di masa pemerintahan Presiden Jokowi, Papua amat diperhatikan, sehingga masyarakat Papua makin cinta Indonesia dan menolak keras gerakan-gerakan separatisme.

KSTP Pantas Ditumpas Habis

Penegakan hukum terhadap KSTP harus dilakukan karena kelompok tersebut telah membuat keonaran yang mengakibatkan korban jiwa. Penindakan tegas tersebut diharapkan dapat menghentikan aksi kekerasan di Papua. Pasalnya, upaya dialog untuk kedamaian di Papua sudah diupayakan oleh banyak pihak termasuk pemerintah, perwakilan gereja, masyarakat adat, DPRD, maupun Majelis Rakyat Papua (MRP), namun hanya KSTP yang tidak menunjukkan sikap kooperatif.

Dengan adanya kekejaman yang sudah jelas melanggar HAM, tentu saja negara wajib hadir dengan tujuan yang jelas, yakni melindungi warga Papua agar bisa menjalani kehidupan dengan normal, tanpa dibayang-bayangi teror dan ketakutan. Ketika Papua kembali damai dan kondusif tanpa konflik yang melibatkan senjata api, pemerintah bisa dengan tenang melanjutkan pembangunan di Bumi Cenderawasih. Membebaskan Papua dari beragam teror dan kejahatan kemanusiaan oleh KSTP merupakan wujud nyata bagi negara untuk melindungi hak dasar masyarakat Papua.

Tindakan tegas terukur diperbolehkan dan menjadi wajar jika dilakukan aparat. Ketegasan terhadap KSTP dilakukan sebagai efek jera, agar mereka tidak lagi melukai masyarakat Papua. Selama ini KSTP juga merusak fasilitas umum seperti sekolah, dan membuat masyarakat ketakutan dan muncul perasaan tidak nyaman saat beraktivitas di luar rumah.

Pemberantasan KSTP perlu dilakukan agar masyarakat Papua bisa melangsungkan hidup dengan aman tanpa teror. Keselamatan rakyat harus diutamakan. Jangan sampai mereka menjadi korban saat penyerangan atau terkena peluru nyasar. Oleh karena itu, jika ada rencana penambahan personel TNI di Papua, masyarakat menyetujuinya, karena tentara adalah pelindung sekaligus sahabat rakyat.

__

Eri Wenda(Ketua INSAN Papua)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
%d bloggers like this: