Mengapresiasi Aparat Keamanan Tingkatkan Patroli Cegah Pergerakan KST

Read Time:3 Minute, 36 Second

Oleh : Veronica Lokbere )*

Aparat keamanan bekerja keras mengamankan Papua dengan mengadakan patroli. Pengamanan diperketat agar tidak ada pergerakan lagi dari KST (Kelompok Separatis dan Teroris). Jangan sampai mereka datang lagi dan mengganggu masyarakat serta menyerang markas aparat.

Kelompok Separatis dan Teroris (KST) adalah kelompok pemberontak yang ada di Papua. Mereka bertugas di lapangan untuk menyelesaikan misi pembelotan dan membentuk Republik Federal Papua Barat. Masyarakat membenci KST karena sering melakukan tindakan kekerasan dan merugikan warga sipil.

Aksi KST makin brutal dan membawa korban jiwa. Masyarakat mengecam aksi kelompok pemberontak tersebut karena akan merugikan banyak orang dan membuat teror berkepanjangan di Papua. KST harus diberantas agar warga Papua bisa beraktivitas dengan bebas.

Untuk memberantas KST, aparat gabungan TNI dan Polri tak henti-hentinya melakukan berbagai cara untuk mempersempit ruang gerak mereka di wilayah rawan Papua. Salah satunya adalah melakukan sweeping di sejumlah titik, termasuk di Kabupaten Puncak.

Dari sweeping yang dilakukan aparat terjadi peringkusan terhadap salah satu anggota Kelompok Separatis Teroris. Ia berinisial BS alias Y. Yang bersangkutan adalah anak buah Pilanus Walver. Pilanus Walver merupakan salah satu pimpinan KST Papua yang paling ditakuti publik Kabupaten Puncak. Sementara Pilanus Walfer maupun BS alias Y merupakan anak buah Numbuk Telenggen.

Kapolda Papua Irjen (Pol) Mathius D Fakhiri menyatakan bahwa awalnya prajurit TNI Polri menggelar sweeping di wilayah tersebut. Razia tersebut dilakukan untuk mencegah pelbagai tindakan kriminal di wilayah tersebut. Apalagi, dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah kasus tindak pidana dan kekejaman yang dilakukan oleh para oknum yang tidak dikenal, semakin menjadi-jadi di Papua.

Berangkat dari fakta tersebut, aparat gabungan TNI dan Polri pun mengambil tindakan persuasif dengan menggelar sweeping. Kegiatan itu bertujuan menciptakan situasi yang aman dan kondusif pada wilayah yang kerap diwarnai tindakan bengis anggota KST.

Tak dinyana, saat sweeping sedang dilaksanakan, aparat keamanan menahan seorang pria yang selama ini disebut-sebut terlibat dalam sejumlah penyerangan di Papua. Ketika oknum tersebut diinterogasi, terungkap fakta bahwa yang bersangkutan adalah B alias YM. Oknum ini merpakan salah satu pria yang paling dicari oleh aparat.

BS alias Y teridentifikasi selalu terlibat dalam sejumlah aksi anarkis yang merenggut korban jiwa. Para korban tersebut tidak hanya warga sipil, tetapi juga prajurit TNI dan Polri.

Pelaku tersebut juga, merupakan salah satu orang kepercayaan Pilanus Walfer. Dari hasil pemeriksaan terungkap fakta bahwa B alias YM sejatinya terlibat dalam sejumlah aksi pidana. Pengamanan makin diperketat agar ada penangkapan anggota KST yang selanjutnya. BS bisa diinterogasi agar terungkap di mana saja markas KST lalu akan diserbu oleh aparat keamanan.

Patroli dilakukan untuk mengamankan warga di Kabupaten Puncak. Pertama, di sana adalah daerah yang rawan serangan KST. Kedua, patroli wajib karena untuk mencegah serangan KST yang bisa jadi berniat untuk balas dendam karena ada anggotanya yang ditangkap oleh aparat. Keselamatan warga harus dinomorsatukan, oleh karena itu perlu ada patroli secara rutin.

Sementara itu, Nelson Ondi, Tokoh Pemuda Kabupaten Jayapura geram dengan tindakan KST yang hingga kini masih terus terjadi. Tindakan KST mestinya direspon dengan tindakan tegas oleh pemerintah. Tanpa itu, anggota kelompok separatis tersebut akan selalu melancarkan aksi-aksinya.

Pernyataan tegas Nelson Ondi itu menyusul aksi tak berkesudahan yang dilakukan oleh komplotan separatis di daerah tersebut. kekejaman KST tersebut mestinya diladeni dengan tindakan yang tegas pula oleh pemerintah. Dengan begitu, KST akan menghentikan aksinya walau harus perlahan-lahan.

Berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah untuk melawan aksi KST, yakni dengan menambah kekuatan prajurit, pendekatan tokoh masyarakat, memutus logistik KST, pembangunan berorientasi kesejahteraan hingga penguasaan basis KST khususnya di wilayah Nduga.  

Untuk melindungi warga dari serangan KST maka kelompok pemberontak tersebut harus ditindak secara tegas. Pasalnya, mereka sudah melakukan kasus-kasus berat, seperti pencurian dan pembunuhan massal. Jika ada anggota KST yang tertangkap maka wajib untuk diadili dan mendapat hukuman yang paling berat sebagai efek jera.

Warga sipil Papua mendukung patroli dan penangkapan KST karena mereka sudah lelah dengan berbagai teror yang dilakukan oleh kelompok separatis tersebut. Selain ada teror secara fisik (yang membuat takut kena peluru nyasar) juga ada teror secara mental, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Aparat keamanan terus meningkatkan kesiagaan untuk mengamankan rakyat Papua dari serangan KST. Untuk mencegah tindakan kriminal dan penyerangan KST maka dilakukan patrol, sekaligus membuat suasana di Papua makin tentram. Masyarakat di Bumi Cendrawasih berterima kasih kepada aparat gabungan TNI dan Polri yang selalu bekerja keras agar tidak ada lagi anggota KST yang berkeliaran.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %