Apresiasi Peran Tokoh Agama Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan Pasca Pemilu
Oleh: Imam al Mubaroq / Kontributor Yayasan Satu Kawan Sejuta Sahabat
Para tokoh agama memiliki peranan yang sangat penting dalam rangka terus mengajak seluruh lapisan elemen masyarakat di Indonesia agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terlebih dalam momentum pasca perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 seperti sekarang ini.
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengajak seluruh warga di Bumi Anoa untuk kembali saling menguatkan kesatuan dan persatuan satu sama lain pasca penyelenggaraan Pemilu 2024. Ketua PWNU Sultra, Muslimin mengatakan bahwa pelaksanaan pemungutan suara dalam Pemilu 2024 merupakan hal yang patut disyukuri oleh masyarakat karena dapat terlaksana dengan penuh keamanan dan kelancaran.
Setelah menjalani hajat nasional yang sangat besar tersebut dengan tetap aman dan lancar, tentunya masyarakat patut bersyukur. Sehingga salah watu wujud nyata dari ungkapan rasa syukur dari masyarakat adalah tetap menjaga supaya dari pesta demokrasi setiap lima tahunan itu benar-benar bermanfaat untuk kelanjutan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Keberhasilan pelaksanaan Pemilu merupakan keberhasilan dari seluruh elemen di Indonesia, sehingga tidak bisa jika hanya diklaim sebagai keberhasilan atau kecakapan dari kelompok tertentu saja. Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf terus mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar bisa menjunjung tinggi dasar-dasar negara mengenai adanya nilai persatuan dan kesatuan pada momentum pasca Pemilu 2024.
Menurutnya, dengan adanya persatuan dan kesatuan yang tetap terjaga, maka negeri ini juga akan menjadi jauh lebih aman, lebih kondusif dan lebih bermanfaat bahkan bagi semua umat sampai kapanpun. Maka dari itu, menjadi sangat penting bagi segenap elemen bangsa untuk terus menjaga empat pilar negara, yakni Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.
PENTINGNYA jaga persatuan nasional pasca Pemilu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalimantan Selatan (Kalsel), Nurul Fajar Desira mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mampu menjaga semangat persatuan dan kesatuan pasca pelaksanaan Pemilu serentak 2024.
Membangun persatuan dan kesatuan usai pesta demokrasi memang sudah menjadi tugas bersama semua lapisan dan elemen masyarakat untuk terus memelihara asas demokrasi bangsa agar bisa berkembang dengan jauh lebih baik lagi, sehingga seluruh rakyat mengalami fase kedewasaan dalam berdemokrasi.
Upaya persatuan juga terus digaungkan oleh para pemuda, yang tergabung ke dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (Bemnus) Wilayah Jawa Timur. Mereka mengajak kepada semua pihak untuk segera berhenti menyebarkan agitasi dan provokasi.
Ketika segala macam bentuk agitasi dan provokasi tersebut mampu diredam, maka bukan tidak mungkin secara bersama-sama bangsa ini sedang mendorong terciptanya rekonsiliasi dan konsolidasi damai kepada semua pihak, baik itu dari calon yang pernah berkontestasi, simpatisan hingga para tim pemenangan mereka.
Sekretaris Daerah Bemnus Jawa Timur, Daming Laisow berpendapat bahwa rekonsiliasi sendiri merupakan sebuah jembatan menuju harmoni nasional yang sangat penting untuk bisa diupayakan oleh seluruh elemen masyarakat agar bangsa ini tidak terus berlarut dan berkutat pada sentimen saja.
Para pemuda juga memiliki peranan yang strategis, bukan hanya sebagai garda terdepan untuk melakukan kontrol terhadap berjalannya asas demokrasi di negeri ini saja, tetapi para generasi penerus bangsa itu juga mampu menjadi jembatan untuk merawat kerukunan, keutuhan dan keakraban warga negara.
Generasi muda, milenial dan mahasiswa jelas memiliki peranan yang juga sangat penting untuk menjadi perekat keakraban berwarga negara, utamanya dalam momentum pasca Pemilu 2024. []