PPKM, Vaksinasi dan Disiplin Prokes Efektif Menurunkan Kasus Positif Covid-19 di Indonesia

Read Time:2 Minute, 31 Second

Jakarta — Menurut data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) per 26 September 2021, Kasus Aktif Nasional tercatat sebanyak 42.769 kasus, dengan distribusinya di Jawa-Bali sebesar 35,75% dan Luar Jawa-Bali sebesar 62,84%. Sejak awal PPKM berbasis level (data 9 Agustus – 26 September), jumlah Kasus Aktif di luar Jawa-Bali terus menurun, dengan penurunan tertinggi terjadi di wilayah Nusa Tenggara sebesar -89,74%, disusul Sumatera sebesar sebesar -89,06%, Kalimantan sebesar -85,92%, Sulawesi sebesar -84,10%, dan Maluku-Papua sebesar -82,30%; sementara di Jawa-Bali kasus turun sebesar -93,36%.

Tingkat Kesembuhan atau Recovery Rate (RR) secara nasional adalah 95,62%, lebih baik dari RR Global yang tercatat sebesar 89,94%, sementara RR di Jawa-Bali sebesar 95,94% dan Luar Jawa-Bali sebesar 94,96%. Sedangkan Tingkat Kematian atau Case Fatality Rate (CFR) Nasional sebesar 3,36%, masih lebih tinggi dari CFR Global yang tercatat sebesar 2,05%, sementara CFR Jawa-Bali sebesar 3,50% dan Luar Jawa-Bali sebesar 3,08%.

Adapun hasil evaluasi penerapan PPKM pada minggu ini menunjukkan bahwa di luar Jawa Bali telah terjadi perbaikan secara signifikan dari minggu ke minggu, di mana untuk tingkat Provinsi sudah tidak ada lagi Provinsi dengan Level 4, ada 5 Provinsi dengan Level 3 (Kep. Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Aceh, Papua), sebanyak 21 Provinsi Level 2 dan ada 1 Provinsi yang sudah Level 1 yaitu Lampung.

Sementara itu, secara perlahan namun pasti, kasus Covid-19 di berbagai daerah menurun seturut penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Di lain sisi, vaksinasi juga terus digenjot demi mencapai kekebalan kelompok. Dokter penanggung jawab vaksinasi di RS Islam Banjarnegara, dr Masrurotut Daroen, menilai bahwa di luar kebijakan PPKM, vaksinasi efektif menekan angka penularan. Hal ini terbukti dengan kasus covid 19 yang sudah semakin turun drastis. Vaksinasi massal menjadi salah satu cara jitu menurunkan jumlah pasien.

Ia mencontohkan, beberapa waktu lalu kasus Covid-19 mencapai puncak hingga 85 pasien per hari di RSI Banjarnegara. Namun, pekan ini jumlah itu turun drastis. Bahkan hitungan pasien hanya 1 atau dua orang saja. Dia menilai, vaksinasi mampu membentuk imunitas kelompok, sehingga saling melindungi. Karenanya, dia mendorong agar alokasi vaksin untuk daerah ditambah. Dengan begitu, herd immunity bisa dilakukan lebih cepat. Terlebih masyarakat sangat antusias menyambut vaksinasi. Sering kali, antara jumlah vaksin yang tersedia dengan peminat tak imbang. Peminat selalu lebih tinggi dibandingkan kuota vaksin yang tersedia.

Sejalan dengan itu, luasnya penyebaran dan lonjakan virus corona (Covid-19) membuat virus tersebut bermutasi. Tercatat saat ini telah ada berbagai varian Covid-19 seperti varian Delta, Kappa, dan Lambda. Sejumlah varian bahkan diperkirakan memiliki tingkat penularan yang lebuh tinggi dibandingkan varian awal Covid-19.

Makanya, disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) untuk pencegahan penyebaran Covid-19 menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai varian baru tersebut. Pasalnya seluruh varian Covid-19 masih menular dengan cara yang sama yakni melalui droplet. “Tetap prokes yang ketat dan vaksinasi, kuncinya itu,” ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi beberapa waktu yang lalu. (*)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %