Vaksinasi Efektif Meminimalisir Penularan Covid-19 dan Mencapai herd immunity Jelang Nataru

Read Time:2 Minute, 3 Second

JAKARTA — Berkaca pada tahun lalu, pemerintah tengah mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 jelang libur hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru). Untuk itu, upaya vaksinasi perlu digenjot guna memperkuat herd immunity.

“Perbaikan signifikan terus terjadi seiring kerja sama seluruh pihak yaitu masyarakat yang disiplin dengan protokol kesehatan 5M, serta upaya Pemerintah dalam mengakselerasi vaksinasi dan melaksanakan 3T. Kewaspadaan harus terus dijaga mengingat gelombang I Covid-19 di Indonesia terjadi pasca libur Nataru,” ungkap Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, beberapa waktu yang lalu.

Penurunan kasus harian ke level sangat rendah juga diikuti dengan rendahnya kasus aktif, kematian harian, tingkat penggunaan kasus RS atau bed occupancy rate (BOR) dan tingkat kasus positif (positive rate). Sementara itu kasus aktif berada di level 8.390 atau terendah sejak Mei 2020, kematian harian berada di angka 15 (7DMA), dengan positive rate 0,2% (7DMA) dan jumlah testing masih relatif tinggi di atas 150.000 orang per hari.

Sebagai respons dari kondisi yang semakin terkendali, Febrio mengatakan pemerintah mulai melakukan pelonggaran restriksi. Namun demikian, masyarakat diminta tetap waspada menjelang libur natal dan tahun baru. Untuk terus menjaga kewaspadaan,

Kata Febrio, pemerintah melakukan beberapa antisipasi dengan tetap mensyaratkan testing maupun vaksinasi untuk berbagai kegiatan. Meski demikian, kecepatan vaksinasi sedikit melambat di bulan November ke sekitar 1,4 juta dosis per hari (7DMA) setelah di bulan Oktober sempat menyentuh 1,9 juta per hari (7DMA).

Upaya akselerasi akan terus dilakukan untuk meminimalisir terjadinya lonjakan kasus di periode Nataru.

“Kita perlu akselerasi kembali agar bisa hidup di tengah pandemi yang diramalkan akan menjadi endemi ini. Vaksinasi harus terus diakselerasi dan didukung dengan kesadaran masyarakat untuk mencapai herd immunity,” ujar Febrio.

Adapun realisasi dosis vaksinasi Indonesia masih menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. Saat ini Indonesia berada di peringkat 5 dunia dengan 219,48 juta dosis vaksin yang sudah tersalur per 17 November 2021. Hanya lebih rendah dari China, India, AS, dan Brazil.

Secara detail, untuk dosis pertama sudah terealisasi sebanyak 132,01 juta dosis (48,86% populasi) dan 86,28 juta untuk dosis ke 2 (31,93% populasi). Dengan kondisi terkini, jika asumsi kecepatan vaksinasi sekitar 1,5 juta dosis per hari, maka pada Maret 2022 vaksinasi dapat menjangkau sebesar 70% penduduk Indonesia.

Capaian tersebut akan lebih cepat jika vaksinasi dapat terus ditingkatkan dari level saat ini. Pemerintah berencana akan terus melakukan akselerasi vaksinasi untuk menjangkau target populasi sasaran 208 juta penduduk serta tercapainya transisi yang lebih optimal menuju Hidup Berdampingan dengan Endemi (Living with Endemic). (*)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %