Kredibilitas Anies Baswedan (AB) Terkait Sejumlah Janji Politik Yang Tidak Terlaksana

Read Time:1 Minute, 57 Second

Jakarta — Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Isyana Bagoes Oka, menegaskan bahwa pidato Ketua Umum PSI Giring Ganesha tidak dimaksudkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun, ia mempersilakan publik menafsirkan sendiri pernyataan Giring.

“Memangnya yang dimaksud oleh Bro Giring itu Pak Anies? Kalau ada yang merasa, kita kan tidak bisa larang,” kata Isyana, Kamis (23/12) kemaren.

Isyana mengatakan, pidato Giring pada Hari Ulang Tahun (HUT) PSI ke-7 itu hanya menyampaikan keinginan partai agar Indonesia tidak terkoyak. Ia meyakini perjuangan PSI ini sama dengan mayoritas masyarakat Indonesia.

Ia mencontohkan bahwa saat ini banyak negara yang mengalami perang akibat perpecahan yang terjadi di dalam negara mereka. “Seperti Pak Anies Baswedan pernah bilang, keberagaman itu kodrati, persatuan itu harus diupayakan,” ujar Isyana.

“Sayangnya demi politik, orang akan halalkan banyak cara, lalu berkuasa, namun merusak hubungan kita satu sama lain,” imbuhnya.

Menurut dia, akibat hal itu membuat masyarakat saling curiga dan tegang. Hal itu yang ia khawatirkan malah membuat perpecahan semakin nyata di Indonesia. Isyana menekankan, PSI tidak mau Indonesia masuk ke dalam konflik seperti Israel dan Palestina.

Oleh karena itu, menurut dia, pidato Giring menegaskan bahwa Indonesia akan terancam jika kelak pengganti Presiden Joko Widodo adalah sosok yang punya rekam jejak menggunakan isu SARA, bergandeng tangan dengan kelompok intoleran dan menghalalkan segala cara untuk menang dalam Pilkada.

Hal senada juga disampaikan oleh Juru Bicara DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nanang Priyo Utomo menyatakan, pernyataan Plt Ketua Umum Giring Ganesha terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sempat viral merupakan pengungkapan kebenaran bukan penyebaran kebencian. Dia mengatakan, yang disampaikan Giring merupakan fakta-fakta yang harus diketahui oleh masyarakat.

“Ini sangat jelas bukan penyebaran kebencian, melainkan pengungkapan kebenaran. Juga merupakan pendidikan politik kepada rakyat agar benar-benar cermat dalam memilih pemimpin,” kata Nanang, Kamis (23/9/2021) yang lalu.

Menurut Nanang, ada inkonsistensi yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Seperti halnya alokasi anggaran untuk penyelenggaraan balap mobil listrik atau Formula E.

“Beliau mengatakan peduli dengan pandemi, tetapi ada anggaran yang dialokasikan untuk Formula E hampir Rp 1 triliun. Kalau benar-benar peduli, uang sebanyak itu ya dipakai untuk penanganan pandemi dan membantu rakyat yang terdampak,” ucapnya.

Selain itu, dia menyebut pernyataan Giring sejalan dengan sikap Fraksi PSI DPRD DKI terkait hak interpelasi Formula E. “Pernyataan Bro Giring justru menggarisbawahi dan mendukung langkah kawan-kawan di DPRD yang mengajukan interpelasi,” jelas dia. (*)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %