Mewaspadai Penularan Covid-19 Varian Omicron Pada Momentum Libur Nataru

Read Time:3 Minute, 26 Second

Jakarta — Sampai menjelang akhir tahun 2021 dan hingga munculnya varian baru Covid-19 jenis Omicorn, ilmuwan dunia belum dapat memutuskan kapan pandemi berakhir. Bahkan, ternyata hingga sekarang juga belum ada definisi yang jelas mengenai kapan persisnya pandemi dimulai. Alhasil, masih belum diketahui akan sampai seberapa besar ancaman yang ditimbulkan oleh wabah global ini yang dapat bervariasi di setiap negara.

“Ini agak penilaian subjektif karena ini bukan hanya tentang jumlah kasus. Ini tentang tingkat keparahan, dan ini tentang dampak,” ujar Kepala kedaruratan Organisasi Kesehatan Dunia, Dr Michael Ryan, seperti dilansir dari laman Foxnews.

Pada Januari 2020, WHO menetapkan virus itu sebagai krisis kesehatan global yang menjadi perhatian internasional. Beberapa bulan kemudian pada bulan Maret, badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggambarkan wabah itu sebagai pandemi, yang mencerminkan fakta virus itu telah menyebar ke hampir setiap benua. Banyak pejabat kesehatan menggambarkannya sebagai pandemi.

Pandemi dapat dipertimbangkan secara luas ketika WHO memutuskan virus itu tidak lagi menjadi keadaan darurat yang menjadi perhatian internasional, sebuah penunjukan yang telah dinilai ulang oleh komite ahlinya setiap tiga bulan. Tapi ketika fase paling akut dari krisis, kemudahan dalam negara dapat bervariasi.

“Tidak akan ada satu hari ketika seseorang berkata, Oke, pandemi sudah berakhir,'” tambah Dr. Chris Woods, pakar penyakit menular di Duke University.

Meskipun tidak ada kriteria yang disepakati secara universal, dia mengatakan negara-negara kemungkinan akan mencari pengurangan kasus yang berkelanjutan dari waktu ke waktu.

Para ilmuwan memperkirakan Covid 19 pada akhirnya akan menjadi virus yang lebih dapat diprediksi seperti flu, yang berarti akan menyebabkan wabah musiman tapi bukan lonjakan besar yang kita lihat sekarang. Tapi meski begitu, lanjut Woods, beberapa kebiasaan, seperti memakai masker di tempat umum, mungkin terus berlanjut. “Bahkan setelah pandemi berakhir, Covid akan tetap bersama kita,” katanya.

Sementara itu Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mengatakan pihaknya memilih tetap waspada. Apalagi sekarang ini yakni dalam menghadapi masa liburan Nataru.

“Pemerintah tetap waspada kepada pandemi Covid-19. Namun hingga samemang at ini varian baru virus Corona B.1.1.529 atau Omicron belum terdeteksi di Indonesia,” kata Dante Saat Kunjungan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (10/12) yang lalu.

Pemerintah juga paham bila masih ada banyak pihak yang mempertanyakan kemampuan pemerintah dalam mengidentifikasi varian baru Corona B.1.1.529 tersebut. Hal ini lantaran, whole genome sequencing (WGS) yang dianalisis Indonesia dibandingkan dengan negara lainnya dinilai lambat. Terlebih, semula hanya ada 12 laboratorium yang mampu melakukan WGS.

“Jadi omicron sampai saat ini sudah kita lakukan genome squencing dan memang masih belum teridentifikasi. Jadi belum ada Omicron di Indonesia, ” tegasnya.

Walaupun belum terdeteksi, lanjut Dante, Kementerian Kesehatan tetap melakukan identifikasi terutama di daerah pintu masuk baik darat, laut, dan udara. “Dengan cara semua kasus yang PCRnya positif dilakukan genome squencing. Memetakan gennya sehingga kita bisa tahu bahwa itu varian Omicron atau bukan, ” ujar Dante.

Dalam kesempatan itu, Dante juga memastikan jumlah laboratorium yang mampu mendeteksi varian baru Corona akan ditingkatkan menjadi 14 laboratorium. Tak hanya itu, pemerintah disebut akan menggencarkan metode baru mengidentifikasi varian Omicron dengan melihat tes PCR S Gen Failure Test.

“PCR khusus yang namanya s gen failure test itu akan mendeteksi, dengan menggunakan PCR kita bisa menentukan probable Omicron dengan mengetahui posisi khusus di sequencing DNA RNA-nya dan tempat yang khusus bisa mengidentifikasi Omicron,” terang Dante.

Saat ini, metode itu juga sudah digunakan di setiap pintu perbatasan baik darat, laut maupun udara. “Sekarang, kita sudah punya 30 kit. Satu kit-nya sekitar 124 jadi sekarang kita sudah punya 3000 lebih tes yang akan mengidentifikasi Omicron dengan cara bukan WGS tapi RNA,” kata dia.

Disisi lain, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengimbau agar masyarakat Ibu kota mewaspadai ancaman mutasi terbaru virus Covid-19, yakni Omicron. Terlebih pada periode momentum libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. “Apalagi ada varian baru virus Omicron, ya, sekalipun belum masuk ke Jakarta kita hrus tetap berhati-hati,” tutur Riza di Balai Kota DKI, Jum’at (10/12/2021).

Riza meminta agar masyarakat bisa menyikapi keputusan pemerintah dengan bijak, ketika PPKM Level 3 tidak jadi diterapkan pada momen tersebut. Ia mengajak agar warga tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan dalam keseharian untuk melakukan pencegahan penularan virus. (*)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %