Kesiapan PON XX Papua, Kondusifitas Papua

Read Time:5 Minute, 0 Second

Oleh : RIANA ( Pemerhati Sosial Masyarakat )

Kesiapan PON XX Papua

Pekan Olah Raga Nasional ( PON ) adalah even pesta olah raga nasional yang diselenggarakan oleh KONI dalam kurun waktu empat tahunan sekali yang diikuti oleh seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Tentu saja, PON XX akan sukses jika didukung oleh segenap elemen masyarakat dan kondusifitas wilayah Papua.

Masih ingatkah kita kapan PON I diselenggarakan? Ini untuk mengingatkan kita pada even olah raga skala nasional yang pertama kali diselenggarakan dalam kondisi bangsa Indonesia baru Merdeka dari penjajahan. PON I digelar secara resmi di Indonesia sekitar tahun 1948 tepatnya tanggal 9-12 September 1948, dibuka oleh Presiden Soekarno dan ditutup oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX raja Yogyakarta. Dari peristiwa PON I inilah lahirnya Hari Olah Raga Nasional yang diperingati setiap tanggal 9 September setiap tahunnya.

Perjalanan panjang PON ini sangat dinamis dan kompetitif, banyak melahirkan olahragawan-olahragawan yang sukses mengharumkan nama baik bangsa baik dikancah nasional dan Internasional. Dukungan rakyat terhadap suksesnya penyelenggaraan PON adalah wujud kecintaan rakyat dalam memajukan dunia olah raga. Penyelenggaraan PON tentu harus disiapkan semaksimal mungkin baik oleh pemerintah pusat dalam hal ini KONI sebagai penyelanggara, maupun pemerintah daerah dengan perangkatnya yang menjadi tuan rumah PON dalam menyiapkan berbagai venue sesuai cabang yang dipertandingkan.

Tahun 2021 PON XX akan diselenggarakan di Papua, bagaimana Papua dalam menyiapkan PON XX ini agar sukses, berhasil dan aman? Kita tahu bahwa saat ini Indonesia mengalami peristiwa Pandemi Covid 19 yang belum tahu kapan akan berakhir, Pandemi ini juga dialami  semua negara-negara didunia. Penyelenggaraan PON XX Papua dalam kondisi Pandemi Covid-19 akan tetap digelar sesuai rencana tanggal 2-15 Oktober 2021 dan akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo kemudian akan ditutup oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Dalam PON XX Papua ini sekitar 37 cabang olah raga akan dipertandingkan termasuk 11 cabang olah raga eksebisi. Kesiapan Venue PON secara keseluruhan sudah sesuai target dan siap untuk digunakan sesuai jadwal yang telah disusun oleh penyelenggara, namun masih perlu dilakukan perbaikan dan finishing akhir sebelum digunakan samapai hari “H”.

Menurut Ketua PB PON XX Papua, Yunus Wonda bahwa seluruh jajaran panitia sudah siap untuk menyelenggarakan PON, jangan ragu dengan Papua, sudah menjadi komitmen para kontingen dan tuan rumah, konsumsi dan akomodasi akan digratiskan karena sudah menjadi komitmen bersama.

Kesiapan Papua sebagai tuan rumah penyelenggara PON XX sudah sangat progresif namun tentu masih ada kendala yang harus dibenahi. Ditengah pandemi Covid-19  ini tentu yang terpenting adalah mejaga keamanan bersama baik peserta, atlit, official, penyelenggara juga masyarakat yang antusias menyaksikan even nasional PON XX secara langsung sehingga PON akan terlaksana dengan sukses, aman dan tetap memegang teguh sportifitas dalam bertanding dalam persatuan dan kesatuan sesame anak bangsa. Even PON XX Papua juga tentu harus mendapat dukungan dari semua pihak, baik tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pemerhati olah raga, masyarakat Papua dan seluruh masyarakat di Indonesia.

Evoria bertanding, semangat bertanding dalam mengharumkan provinsi yang diwakili tentu harus maksimal, namun juga harus saling menghormati, menjaga nilai nilai persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa, hindari potensi pemecah belah dengan isu SARA di even PON XX Papua yang akan memperkeruh suasana dan mencederai penyelenggaraan PON XX Papua.

Kondusifitas Papua

Papua adalah Mutiara terindah yang ada di ujung timur Indonesia, memiliki daya pikat yang luar biasa, kaya dengan berbagai sumber daya alam, memiliki nilai budaya yang tinggi, etnis, suku dan bahasa yang beragam yang memperkaya kebudayaan Indonesia untuk dilestarikan.

Papua menjadi magnet dan memiliki daya tarik yang sangat tinggi, yang tentu juga menjadi incaran negara negara luar. Namun demikian ditanah Papua kita tahu masih terjadi ketimpangan sosial, ekonomi, eksploitasi HAM, SARA dan pemerataan pembangunan yang tentu harus menjadi perhatian pemerintah. Kondisi tersebut menjadikan adanya kelompok orang yang menuntut untuk memerdekakan diri dan pisah dari NKRI. Dengan pergerakan dan mengangkat symbol Papua Merdeka yang semakin aktif menyebarkan provokasi. Sejarah Papua yang panjang mulai dari pra kolonial Belanda, pasca Kolonial Belanda sampai saat ini tentu memiliki progress dan dinamika yang berkembang.

Polemik pengakuan PEPERA 1969 terus terjadi khususnya penduduk Asli Papua yang secara tegas tidak mengakui hal tersebut. Hal inilah yang terus memicu Orang Asli Papua untuk memperjuangkan kemerdekaannya dengan dibungkus Papua Merdeka, baik melalui pergerakan politik dan angkat senjata. Berbagai masalah pokok masih menjadi alasan untuk memerdekakan diri antara lain sejarah dan status politik Papua, kekerasan negara terhadap OAP, pelanggaran HAM, marjinalisasi dan pembangunan yang diskriminatif. Kondisi ini yang terkadang membuat Papua tidak kondusif dari sudut pandang keamanan, berbagai peristiwa sporadis, penyerangan, intimidasi dan pembunuhan kerap terjadi.

Kondusifitas Papua penting menjadi pertimbangan dalam upaya pemerintah melakukan dan menerapkan berbagai kebijakan strategis untuk memajukan Papua yang lebih baik. Peran serta para tokoh adat, tokoh masyarakat, kepala suku/ondoafi, tokoh pemuda dalam menciptakan Papua yang Kondusif sangat penting untuk disuarakan. Kita tahu Papua adalah bagian dari NKRI yang harus tetap dijaga, untuk meredam gejolak yang ada tentu secara sistematis pemerintah harus mampu menemukan akar persoalan yang terjadi dan memecahkan persoalan dengan solutif  dalam bingkai NKRI.

Pembangunan SDM Papua, pembangunan infrastruktur Papua, pembangunan perekonomian rakyat harus dapat menyentuh dan memiliki manfaat sesuai kebutuhan. Ditengah kondisi pandemic Covid 19 saat ini dan menjelang digalarnya pesta olah raga PON XX Papua tentu penting Papua harus dalam keadaan yang kondusif. Peran aparat keamanan TNI/Polri tentu akan bertindak dan bertugas sesuai dengan tugas pokonya, namun dukungan seluruh elemen masyarakat di Papua akan berdamapak positif dalam menciptakan Papua yang aman dan damai.

Kesiapan PON XX Papua dan Kondusifitas Papua ini akan saling mendukung dan bersinergi satu sama lainnya. Untuk menyukseskan PON XX Papua dibutuhkan kondusifitas keamanan, kondusifitas sosial masyarakat, kondusifitas ekonomi, kondusifitas kesehatan juga kondusifitas lainnya yang memiliki dampak positif dalam kehidupan masyarakat Papua. Suksesnya penyelenggaraan PON XX Papua  ini merupkan salah satu tolak ukur bahwa Papua aman tidak timbul gejolak dan penolakan dari berbagai pihak, bahkan kemungkinan gangguan dari kelopok Papua Merdeka. Kita semua berharap PON XX Papua bukan hanya even ajang olah raga nasional saja namun juga ajang mempersatukan perbedaan, menjalin jiwa persatuan bangsa dalam bingkai NKRI yang kita cintai, tidak ada lagi konflik dan perpecahan, yang ada damai dalam kasih Tuhan YME. (09/09/2021)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %