Presiden Joko Widodo Figur Pemimpin Handal Dalam Menghadapi Situasi Krisis

Read Time:1 Minute, 15 Second

JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta seluruh pihak menggunakan cara-cara yang luar biasa dalam menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19. Cara kerja yang sifatnya rutintias harus diganti dengan cara yang inovatif dan smart shortcut.

Hal ini Jokowi sampaikan dalam acara Peluncuran Laporan Tahunan Ombudsman RI Tahun 2020 yang ditayangkan melalui YouTube Ombudsman RI, beberapa waktu yang lalu. “Saya selalu menekankan bahwa dalam situasi krisis kita harus mampu mengubah frekuensi kita, dari frekuensi yang normal ke frekuensi yang extraordinary,” kata Jokowi.

Dalam situasi seperti ini, kata Jokowi, kerja cepat tidak hanya dibutuhkan di sektor kesehatan, tetapi juga bidang perlindungan sosial.

Melalui berbagai bantuan sosial, Jokowi ingin masyarakat tetap bisa bertahan dan menjaga kualitas hidup di tengah pandemi. Meski beberapa hal sudah dicapai, Jokowi sadar masih banyak yang perlu diperbaiki.

Oleh karenanya, ia berjanji untuk melakukan evaluasi, salah satunya dengan berdasarkan pada catatan-catatan yang disampaikan Ombudsman RI. “Catatan ini sangat penting untuk mendorong peningkatan standar kualitas pelayanan publik di masa yang akan datang,” ujar Jokowi.

Ke depan, Jokowi ingin para penyelenggara layanan publik meningkatkan upaya perbaikan di seluruh sektor. Ia mengingatkan bahwa kepentingan masyarakat harus jadi yang utama. “Masyarakat harus lebih aktif menyampaikan kritik masukan atau potensi maladministrasi dan para penyelenggara layanan publik juga harus terus meningkatkan upaya perbaikan-perbaikan,” kata dia. Adapun pandemi Covid-19 hingga saat ini masih terjadi di Indonesia. Kasus virus corona terus menurun di berbagai penjuru Tanah Air, ini membuktikan kerja keras dan partisipasi masyarakat sudah berjalan dengan baik, itu perlu dipertahankan dan ditingkatkan (semangat kerja). (*)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %