Mengapresiasi Kebijakan Pemerintah Menetapkan Harga Tes PCR Terjangkau

Read Time:1 Minute, 52 Second

Jakarta – Pemerintah memutuskan harga tes PCR diturunkan menjadi Rp 300 ribu, bahkan ada yang Rp 275 ribu. Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade mengapresiasi Presiden Jokowi atas keputusan pemerintah ini. “Saya mengapresiasi langkah presiden menurunkan harga PCR. Itu merupakan kebijakan yang berasal dari upaya mendengarkan apa yang menjadi suara masyarakat. Ini menunjukkan presiden sangat terbuka mendengarkan masukan aspirasi dari masyarakat, itu langkah yang tepat dan perlu kita apresiasi,” ujar Andre kepada wartawan, Jumat (29/10/2021).

Pria yang juga menjabat sebagai ketua DPD Gerindra Sumbar ini juga menggarisbawahi bahwa harga PCR di Indonesia saat ini merupakan yang termurah di Asia Tenggara. Ini merupakan sebuah kabar baik bagi masyarakat. “Apalagi salah satu yang termurah itu di Asia Tenggara. Kemenkes mengkaji kembali kalau bisa di bawah 200 ribu kenapa tidak diringankan? Negara betul-betul hadir, negara berpihak kepada masyarakat,” tutur Andre.

Andre yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Ikatan Keluarga Minang ini menghormati kepada setiap pihak-pihak yang mengkritisi pemerintah berkaitan dengan harga PCR ini. Namun Andre meminta mereka yang melancarkan kritik, untuk juga memberikan pandangan objektif.

“Bagi teman-teman yang memberikan kritik kepada pemerintah tentu kita harus berperilaku objektif, pemerintah sudah mendengarkan aspirasi dan kritik, penanganan pandemi covid di Indonesia ini salah satu yang terbaik di dunia. Indikatornya adalah tingkat vaksinasinya, menjadi salah satu yang tertinggi di dunia,” ujar Andre. “Kita dukung pemerintah agar lebih optimal, dengan memberikan masukan konstruktif,” pungkasnya.

Sementara itu, Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono mengapresiasi kebijakan Presiden Joko Widodo yang menurunkan tarif polimerase (real time polymerase chain reaction/RT-PCR) menjadi Rp 275 ribu per orang. Menurut dia, ini adalah langkah pertama, untuk menata layanan tes di Indonesia agar lebih baik.

“Terima Kasih @jokowi sudah turunkan biaya tes PCR. Kemandirian dalam produksi reagen, vtm & alkes perlu dipercepat agar harga bisa lebih terjangkau. Perlu pengawasan lab yang terstandar oleh @KemenkesR. Kita pasti bisa,” ujar Pandu dalam akun Twitternya @drpriono1, Kamis (28/10/2021).

Hal yang sama juga disampaikan, ahli epidemiologi lapangan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Yudhi Wibowo mengatakan penurunan tarif PCR merupakan kebijakan yang tepat. “Keseriusan pemerintah menurunkan harga tes PCR Rp 275 ribu untuk Jawa dan Bali dan Rp300 ribu untuk luar Jawa dan Bali perlu diapresiasi, ini merupakan kebijakan yang sangat tepat,” katanya, Kamis (28/10/2021). (*)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %