Fit and Proper Test Calon Tunggal Panglima TNI Berlangsung Transparan

Read Time:1 Minute, 35 Second

Jakarta – Komisi I DPR menggelar uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test calon Panglima TNI terhadap Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Janderal Andika Perkasan.

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid menjelaskan mengenai mekanisme fit and proper test terhadap Andika Perkasa. Kata dia penyampaian visi misi Andika Perkasa digelar terbuka untuk umum.

“Mekanisme kita hari ini yaitu penyampaian visi-misi calon Panglima TNI dilaksanakan secara terbuka,” ujar Meutya di Gedung DPR, Sabtu (6/11).

Namun demikian legislator Partai Golkar ini mengungkapkan mengenai strategi dan kebijakan TNI ke depan, fit and proper test dilakukan secara tertutup.

“Penyampaian strategi dan kebijakan dilaksanakan secara tertutup. Alokasi waktu calon Panglima TNI untuk menyampaikan visi-misi adalah 30 menit,” katanya.

Meutya menjelaskan saat masing-masih fraksi menanyakan kepada calon Panglima TNI Andika Perkasa prosesnya juga akan berlangsung secara tertutup.

“Pendalaman tanya-jawab dari fraksi-fraksi masing-masing fraksi, bapak-Ibu kapoksi tolong dicatat, diberi waktu 7 menit, dilaksanakan secara tertutup. Jawaban calon Panglima TNI terhadap pertanyaan dari fraksi diberikan alokasi selama 20 menit, dilaksanakan secara tertutup,” ungkapnya.

Setelah semua pertanyaan dari anggota DPR masing-masing fraksi, maka tahapan selanjutnya adalah pendalaman yang akan disampaikan secara tertutup.

“Pendalaman tanya-jawab masing-masing anggota diberi waktu kurang-lebih 3 menit, dilaksanakan secara tertutup, dan kemudian calon Panglima TNI menjawab, diberi alokasi waktu kurang-lebih 20 menit, dilaksanakan secara tertutup,” ungkapnya.

Sementara itu, Calon tunggal panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa menjabarkan visi dan misi-nya dalam uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test (FPT) di depan anggota Komisi I DPR RI.

Jenderal Andika mengungkapkan bahwa ia membawa visi “TNI Adalah Kita” jika terpilih menjadi panglima TNI kelak. Dengan visi tersebut, ia ingin agar TNI dipandang sebagai bagian dari masyarakat Indonesia maupun internasional.

Andika menuturkan, di satu sisi, visi tersebut menunjukkan bahwa TNI juga memiliki keterbatasan dan kelebihan. Ia menyebutkan, TNI bisa saja ingin profesional tetapi harus melalui proses yang terus dibangun. (*)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %