Pemerintah Berkomitmen Cegah Deforestasi

Read Time:1 Minute, 45 Second

JAKARTA – Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen dan konsisten untuk mengurangi deforestasi meski telah mengakhiri kerja sama program Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan atau REDD+ dengan Kerajaan Norwegia sejak 10 September 2021. Indonesia juga tetap mengedepankan pendekatan regulatif dalam mengatasi deforestasi dan degradasi hutan.

Dinamisator Nasional Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK), Muhammad Ichwan, menyampaikan, meski kerja sama REDD+ dengan Norwegia telah berakhir, Pemerintah Indonesia harus tetap konsisten menurunkan laju deforestasi dan degradasi hutan dengan berbagai upaya yang konkret serta terukur. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu memperpanjang kebijakan moratorium sawit yang akan berakhir pada 19 September.

Disisi lain, Seratus negara, yang mewakili 85% hutan dunia, memutuskan memberikan waktu sembilan tahun ke depan untuk menghentikan dan membalikkan deforestasi. Komitmen ini dibuat dalam kerangka baru pada KTT perubahan iklim global pada hari Selasa (2/11/2021).

Brasil, Rusia, Kanada, Kolombia, dan Indonesia akan negara yang berkomitmen untuk menghentikan dan membalikkan hilangnya hutan dan degradasi lahan pada tahun 2030 dalam hCOP26 di Glasgow, Skotlandia.

Dimasukkannya Brasil, rumah bagi hutan hujan tropis terbesar di dunia, sangat penting untuk inisiatif ini dan komitmen Brasil datang di tengah perubahan haluan dalam ambisi negara untuk mengurangi emisi dan mengatasi deforestasi.

Di seluruh dunia secara keseluruhan, area hutan seukuran 27 lapangan sepak bola hilang setiap menit, menurut data dari pemerintah Inggris. Janji internasional ini nantinya akan didukung oleh dana US$19,2 miliar. Sebanyak US$7,2 miliar akan berasal dari perusahaan dan filantropi. Dana ini akan digunakan untuk mendorong produksi kedelai dan ternak bebas deforestasi di Amerika Selatan, dan untuk meningkatkan investasi dalam penanaman pohon dan solusi berbasis alam lainnya.

Sementara itu, 30 lembaga keuangan termasuk Aviva Plc, Schroders dan Axa, juga akan berkomitmen untuk menghilangkan investasi dalam kegiatan yang terkait dengan deforestasi. Para investor, yang mewakili US$8,7 triliun dalam aset yang dikelola, juga berjanji untuk berhenti berinvestasi dalam kegiatan yang terkait dengan deforestasi pada tahun 2025. Kemudian, lima negara, termasuk Inggris dan Amerika Serikat, dan sekelompok badan amal global pada hari ini juga berjanji untuk menyediakan US$1,7 miliar untuk mendukung konservasi hutan masyarakat adat dan untuk memperkuat hak atas tanah mereka. (*)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %