Pentingnya Vaksinasi Untuk Anak Usia 6-11 Tahun Guna Melindungi Covid-19 Varian Omicron
JAKARTA — Dokter spesialis anak sekaligus anggota Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia KOMDA KIPI, Mei Neni Sitaresmi, mengatakan, anak-anak usia 6-11 tahun perlu mendapatkan vaksinasi Covid-19. Sebab, sampai saat ini tercatat 10-12 persen populasi yang terkena Covid-19 di rentang usia ini, yang berarti lebih dari setengah juta anak terinfeksi. “Kalau kita lihat jumlah kematiannya, sampai saat ini mencapai lebih dari 1.000 (anak). Itu bukan jumlah yang sedikit,” kata Mei (26/12).
Masuknya varian omicron yang sangat mudah menular di Indonesia, kata Mei, menjadikan semua pihak harus lebih berhati-hati. “Kita sangat khawatir karena anak-anak lebih rentan terhadap varian” imbuhnya.
Mei juga mengingatkan, perlunya orang tua selalu mendampingi, karena hal ini bukan hanya masalah kesehatan fisik, namun juga dapat menimbulkan trauma bagi anak. Anak harus mendapatkan perlindungan, karena mereka memiliki hak untuk hidup dan bertumbuh kembang. Selain melindungi anak, vaksin tersebut juga memberikan perlindungan bagi orang-orang di sekitarnya.
“Gejala pada anak memang ringan, tapi harus diingat bahwa mereka bisa menjadi sumber penularan bagi sekitarnya, terutama karena suatu sebab belum bisa divaksinasi,” tutur Mei.
Sebagai contoh, katanya, balita dan lansia dengan komorbid tidak stabil. Karena anak-anak lebih mudah dijangkau, diharapkan cakupan vaksinasinya dapat mendorong segera tercapainya herd immunity dan pencegahan penularan lebih optimal. “Cakupan vaksin yang tinggi juga akan menunda terjadinya mutasi pada virus,” tambah Mei.
Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Sri Rezeki Hadinegoro menjelaskan, meski sekolah terbiasa melakukan imunisasi rutin bagi anak didik, namun untuk vaksin Covid-19 anak 6-11 tahun tetap harus memperhatikan beberapa hal. Pertama, penerapan protokol kesehatan (Prokes) selama kegiatan harus dilakukan.
Selain itu, yang juga penting adalah memastikan setiap orang dewasa yang terlibat dalam pelaksanaannya sudah divaksin lengkap dua dosis. Sri Rezeki mengapresiasi pemerintah yang telah mulai memberikan vaksin Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun.
“Sehingga kalau ada pemberian vaksin di sekolah, harus didukung bersama. Karena kita tahu, di sekolah juga ada program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang di dalamnya ada program imunisasi,” papar Sri Rezeki.
Meski pemberian imunisasi pada anak sekolah bukan hal asing bagi guru, orang tua, dan anak, namun Sri Rezeki mengingatkan, karena vaksin Covid-19 adalah imunisasi baru maka beberapa hal harus diperhatikan. “Hal ini bersangkutan dengan anak, orang tua, sekolah, juga paramedis yang pada umumnya dari puskesmas yang mensupervisi,” tambahnya. (*)