Ekonom Indef: BLT BBM Efektif Tahan Laju Inflasi
JAKARTA – Ekonom Senior Indef Aviliani menilai Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM) yang disalurkan pemerintah, efektif dalam menahan laju inflasi. Hal itu dapat terlihat dari daya beli masyarakat yang tidak turun secara signifikan saat inflasi.
“Kalau dalam kondisi inflasi, kecendrungan daya beli masyarakat kelas bawah turun secara drastis. Sehingga ketika ada bantalan sosial dalam bentuk BLT, paling tidak daya beli mereka tidak menurun secara signifikan. Larena nanti kalau kita lihat, kesenjangan makin tinggi,” kata Aviliani dalam program Indonesia Menyapa Mala di Pro 3 RRI, Selasa (18/10/2022).
Menurut Aviliani, efektif atau tidak BLT BBM bukan pada penggunaan, tapi pada pemberian. Ia mencontohkan, di negara-negara lain, pemerintah memiliki rekening dari orang-orang yang akan dibantu.
“Nah kita ini ada persoalan, pertama masalah data, data itu kita belum fix. Sering kali ada yang double, kemudian data itu mau diambil dari mana, ya itu, kita sering punya masalah yang sama dari waktu ke waktu kalau terjadi inflasi atau krisis,” ujarnya.
Ia mengatakan, dari permasalahan itu, yang harus dibereskan adalah data. Selain itu BLT BBM tidak boleh diberikan melalui aparat.
“Menurut saya, pemerintah memberi lewat rekening masing-masing. Bila bisa digunakan satu sisi, sisi lain akhirnya manfaatnya ada,” kata dia.
Tenaga Ahli Utama KSP, Abraham Wirotomo menambahkan, dampak BLT BBM selama ini terpantau membantu masyarakat. Pantauan itu berdasarkan monitoring yyang dilakukan KSP dan Kementerian PMK.
“Kami cek ke kabupaten/kota. Kami lihat tepat sasaran dan dampaknya bagaimana. Tidak ada pemotongan dari petugas Pos. Memang ada kepala desa dan aparat desa yang menarik iuran, namun itu jumlahnya kecil 5000 rupiah. Dampaknya mereka sangat terbantu umumnya masyarakat miskin dengan konsumsi BBM tidak terlalu tinggi,” ungkap Abraham.
Abraham menambahkan, untuk bantuan disabilitas, pemerintah memiliki program dan penyandang disabilitas. Mereka bisa ke dinas sosial. Bila penyandang tersebut layak, maka bisa disalurkan bantuannya.
Saat ini, menurut Abraham, BLT BBM sudah tersalur 98 persen, dan nyaris 100 persen. Artinya, BLT BBM sudah terealisasi dengan baik. Untuk tahap kedua bulan November, masyarakat akan mendapatkan bantuan tunai.