Puluhan warga Distrik Koroptak bertemu petugas keamanan saat berjalan kaki menuju Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga

Bertekad Hindari Teror Egianus Kogoya, Puluhan Masyarakat Berjalan Selama 4 Hari untuk Mengungsi ke Kenyam

Read Time:3 Minute, 51 Second

impresionis.com – Teror yang hingga kini masih dilakukan oleh kelompok separatis di sejumlah wilayah telah menimbulkan kerugian, khususnya bagi masyarakat Papua yang tinggal di wilayah rawan tersebut. Kejadian terbaru, puluhan warga di tiga distrik, yakni Tal, Inikgal, dan Koroptak dikabarkan telah mengungsi ke Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Sebanyak 52 warga terpaksa berjalan kaki ke wilayah Kenyam karena khawatir dengan aksi Kelompok Separatis Papua (KST) di wilayahnya.

Berdasarkan keterangan dari Komandan Yonif Raider 514/SY Kostrad Letkol Inf Rinto Wijaya bahwa para pengungsi ditemukan oleh personel TNI yang sedang patroil pada Minggu 26 Maret 2023 lalu. Para pengungsi tersebut ditemukan sedang kebingungan dan kelelahan karena berjalan selama beberapa hari. Mereka melakukan perjalanan selama 4 hari menuju Distrik Kenyam akibat khawatir akan teror dari Kelompok separatis. Bahkan hewan ternak seperti babi pun diikutsertakan. Para pengungsi tersebut akhirnya dijemput dengan menggunakan beberapa kendaraan dan langsung dibawa ke Polres Nduga untuk pendataan dan pemeriksaan kesehatan.

Egianus Kogoya dan Sanderanya Diperkirakan di Wilayah Nduga dan Lanny Jaya

Sebelumnya, berdasarkan hasil analisa informasi pihak aparat keamanan, keberadaan kelompok bersenjata pecahan pimpinan Egianus Kogoya, terdeteksi masuk ke wilayah Nduga. Sehingga untuk menjamin pengamanan, aparat setempat melakukan patroli gabungan. Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius Fakhiri mengungkapkan hal tersebut dengan menyimpulkan bahwa Egianus Kogoya berada diantara Kabupaten Lanny jaya dan Nduga karena kedua wilayah tersebut saling terhubung dan masih memiliki kekerabatan dengan Egianus.

Penyandera Pilot Susi Air tersebut dipastikan tidak akan keluar jauh dari kampung-kampung yang selama ini menyuplai bahan makanan untuk dirinya dan anggotanya. Egianus bahkan sempat diperkirakan berada di sekitar Koyawage, Kabupaten Lanny Jaya, namun tidak membawa sanderanya. Wilayah tersebut merupkan daerah asal ibu Egianus sehingga diperkirakan sengaja mendatangi wilayah tersebut. Saat ini para penyandera tersebut dilaporkan telah kembali ke sekitar wilayah Kabupaten Nduga.

Sejumlah Upaya untuk Bebaskan Pilot Susi Air dar Egianus Kogoya

Selain masih memberi kesepatan bagi tim yang dikirim penjabat Bupati Nduga untuk melaksanakan misi kemanusiaan pembebasan pilot Susi Air. Sejumlah upaya juga tengah dilakukan pemerintah melalui berbagai alternatif dan pendekatan.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua, Lenis Kogoya menyatakan janjinya untuk turun tangan turut membebaskan pilot Susi Air. Dikatakannya bahwa dirinya akan menggunakan beberapa pendekatan. Pertama, adalah pendekatan hati yakni dengan menyerukan kepada Egianus Kogoya untuk segera menghentikan kekerasan. Menurutnya, lebih baik Egianus dan kelompoknya segera bergabung untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam menciptakan kemajuan dan kesejahteraan di Papua. Kedua, adalah pendekatan kekeluargaan yakni dengan melibatkan sejumlah orang yang dituakan dalam marga Kogoya untuk menemui Egianus. Pihaknya akan mengedukasi Egianus bahwa pada dasarnya saat ini masyarakat Papua telah mendapatkan kemerdekaannya dengan adanya provinsi baru.

Dalam usulannya, Lenis juga memberikan saran kepada Presiden Jokowi untuk menyelesaikan konflik yang sudah menahun di Papua dengan menyalurkan anggaran pembangunan langsung ke pemerintah kabupaten. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. Secara rinci, salah satu pasal beleid tersebut mengatur bahwa satu persen dari plafon dana alokasi umum nasional ditujukan untuk peningkatan kesejahteraan orang asli Papua dan penguatan lembaga adat.

Di samping itu, Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono juga memastikan bahwa pihaknya bersama bupati dan tokoh masyarakat terus melakukan pendekatan persuasif dalam upaya membebaskan Pilot Susi Air. Pihaknya tidak mau bertindak secara frontal karena dapat menyebabkan bertambahnya korban. Hal tersebut juga sesuai dengan arahan Presiden Jokowi bahwa keselamatan sang pilot menjadi prioritas utama, sehingga upaya pembebasan dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Pihak Kepolisian juga telah menetapkan 15 tersangka kasus pembakaran pesawat dan penyanderaan Pilot Susi Air, Philip Mark Merthens di distrik Paro, Kabupaten Nduga. 15 tersangka tersebut masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Berdasarkan pernyataan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Faizal Ramadhani, bahwa penetapan tersangka dilakukan atas dasar bukti dan keterangan para saksi. Salah satu bukti yang digunakan adalah video pembakaran pesawat yang disebarkan oleh Sebby Sambom yang mengaku sebagai juru bicara TPNPB OPM.

Imbauan Sholat Tarawih di Rumah untuk Wilayah Puncak Jaya Demi Keselamatan Bersama

Selanjutnya, merespon adanya serangan terhadap aparat yang tengah melakukan penjagaan sholat tarawih di Distrik Ilu, Puncak Jaya pada 23 Maret 2023 lalu. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny mengimbau kepada masyarakat muslim di wilayah tersebut agar melaksanakan sholat tawarih di rumah masing-masing. Imbauan tersebut sebagai bentuk pengamanan diri warga sipil dari gangguan keamanan kelompok separatis. Imbauan juga bukan bentuk pelarangan memakmurkan masjid selama Ramadhan.

Saat ini, menurutnya bahwa situasi dan keamanan di distrik Ilu Puncak Jaya dalam kondisi relatif kondusif. Namun, pasca terjadinya insiden penembakan tersebut, otoritas keamanan belum mencabut status siaga 1. Polda Papua juga melakukan penambahan kekuatan pasukan Brimob di Kabupaten Puncak Jaya. Penambahan jumlah pasukan Brimob tersebut bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat di Kabupaten Puncak Jaya.

__

Agus Kosek

(Pemerhati Masalah Papua)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %