Masyarakat Apresiasi Gerak Cepat Ganjar Pranowo Mitigasi Dampak El Nino

Read Time:1 Minute, 44 Second

Jawa Tengah – Upaya Mitigasi merupakan salah satu langkah gerakan cepat yang ditempuh Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah untuk mewaspadai El Nino yang diperkirakan bulan Juli dan Agustus mendatang.

Ganjar Pranowo selaku Gubernur Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat untuk mewaspadai El Nino. 

Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diperintahkan agar menyiapkan diri masing-masing untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, dirinya juga menyiapkan rencana aksi, mitigasi resiko dari dampaknya El Nino. 

“Setiap OPD betul-betul menyiapkan diri masing-masing agar kita bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada. Jadi ini kita siapkan rencana aksi, mitigasi resiko dari dampak El Nino,” ujar Ganjar

Bakal Calon Presiden (Bacapres) usungan PDI Perjuangan itu juga meminta masyarakat untuk turut serta dalam menjaga produksi pertanian pangan, peternakan, perikanan, dan perkebunan sebagai upaya mitigasi kekeringan di Jawa Tengah.

“Kita minta satu menjaga produksi pertanian pangan dan kita mendorong rumah tangga-rumah tangga juga untuk menanam sendiri. Terus kemudian perikanan, peternakan, perkebunan kita siapkan,” imbuhnya.

Langkah mitigasi tersebut sudah berdasarkan pada pengalaman sebelumnya yakni El Nino yang melanda wilayah Jawa Tengah pada tahun 2019 lalu terhitung selama 9 bulan.

Diperkirakan puncak kemarau terjadi di bulan Juli hingga Agustus, tetapi Ganjar sudah siap untuk memetakkannya. 

“Peta perkiraan puncak kemaraunya itu antara Juli dan Agustus. Tapi kita mesti lihat kalau El Nino-nya bisa lebih panjang maka akan cukup berbahaya. Peta bahaya kekeringannya sudah kita petakan semuanya,” jelasnya.

Persiapan pemetaan tersebut ada di beberapa wilayah yang rawan kekeringan seperti. Jepara, Brebes, Pati, Demak, Tegal, Rembang, Blora, dan Wonogiri.

Selain OPD, Badan Urusan Logistik (BULOG) juga harus siap, bahkan Ganjar juga merinci sejumlah skema mitigasi dalam menghadapi El Nino kali ini.

“BULOG kabupaten/kota semuanya mesti siap, kampanye food loss dan food waste itu kita siapkan, mengoptimalkan dana desa untuk bergerak,” ujarnya.

Stok bahan pangan seperti beras, ketela, jagung juga sudah dipersiapkan oleh Ganjar untuk kondisi-kondisi darurat. Tidak lupa juga dari sektor kesehatan yang diminta untuk siap siaga menangani potensi penyakit.

“Lalu air bersih karena air bersih ini kalau kurang besok potensinya penyakit demam berdarah dan sebagainya. Maka kesehatan kita minta untuk jalan,” tambahnya.

**

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %