Kepala Suku Nyatakan Sikap Tegas Tolak KST untuk Kedamaian Tanah Papua
Oleh : Timotius Gobay )*
Kepala Suku di Papua menyatakan sikap tegasnya untuk menolak keberadaan KST demi kedamaian dan kondusifitas di Tanah Papua agar tetap terjaga. Mereka bahkan mengaku sangat cinta dengan Tanah Air, terbukti dari bagaimana antusiasme seluruh masyarakat ketika melakukan kegiatan pengibaran bendera Merah Putih.
Sebagai bentuk dan bukti cinta kepada Tanah Air Indonesia, Kepala Suku Kanum beserta dengan seluruh masyarakat adat di kampung mereka melaksanakan pawai Bendera Merah Putih dan menyatakan sikap tegas mereka untuk menolak Kelompok Separatis dan Teroris (KST) berada di Bumi Cenderawasih.
Kegiatan pawai Bendera Merah Putih itu dilakukan oleh masyarakat adat dan Kepala Suku bererta dengan Personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia dengan Papua Nugini (RI – PNG) Statis Batalyon Infanteri (Yonif) 511 / DY Pos Yanggandur di Kampung Yanggandur, Distrik Sota, Kabupaten Merauke.
Mengenai adanya acara tersebut, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Yonif 511 / DY Letnan Kolonel Infanteri (Letkol Inf) Rully Noriza menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan pawai bendera yang langsung dipimpin oleh Kepala Suku Kanum, Yeremias K. Ndimar itu juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para generasi muda penerus bangsa agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai oknum atau dari organisasi yang bertentangan dengan falsafah dasar negara Pancasila bahkan mereka yang menginginkan untuk memisahkan diri dari Negara Kestuan Republik Indonesia (NKRI).
Secara terpisah, Komandan Pos (Danpos) Yanggandur, Letnan Dua Infanteri (Letda Inf) Warjito mengungkapkan bahwa pihaknya dan juga seluruh masyarakat di sana memang mengharapkan ke depannya seluruh elemen masyarakat yang berada di Kampung Yanggandur terus menumbuhkan dan memiliki jiwa nasionalisme serta mampu untuk mengamalkan seluruh sila dalam falsafah dasar negara Pancasila dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Masyarakat juga terus diimbau agar tidak terlalu mudah termakan berbagai macam isu berita bohong atau hoaks serta tidak mudah terprovokasi akan adanya berbagai macam ajakan yang tentunya akan sangat merugikan mereka sendiri nantinya apabila ternyata mereka justru mudah terpancing provokasi.
Sementara itu, Kepala Suku Kanum Yereian K. Ndimar beserta dengan seluruh masyarakat adat di Suku Kanum juga turut menyampaikan pernyataan sikap mereka bahwa seluruh elemen di sana mengajak kepada semua masyarakat di Papua Selatan untuk bisa terus bersama-sama menjaga keamanan agar situasi tetap kondusif dan aman bisa tercipta di provinsi paling Timur di Tanah Air tersebut.
Pasalnya, memang Indonesia sendiri sudah berdaulat secara resmi dan bebas dari upaya penjajahan dari pihak manapun dengan merdeka, sehingga dalam mengisi kemerdekaan dalam bingkai NKRI sendiri tentunya akan sangat diperlukan adanya partisipasi dan peran aktif dari berbagai kalangan masyarakat.
Dengan sangat tegas, masyarakat Suku Kanum sendiri sangat menginginkan agar Tanah Papua bisa merasakan kedamaian dan ketentraman dan terus patuh terhadap apapun yang sudah berada di NKRI untuk menjaga negara kesayangan ini terus tetap kondusif tanpa adanya gangguan dari pihak manapun termasuk KST Papua.
Tampaknya berbagai macam upaya dan langkah hasutan yang dilakukan oleh Kelompok Separatis dan Teroris di Bumi Cenderawasih tersebut untuk memisahkan diri dari NKRI sudah sama sekali tidak laku lagi bagi masyarakat di Papua sendiri, bahkan termasuk untuk masyarakat di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan dan juga di Kabupaten Asmat, Papua Selatan.
Justru seluruh elemen masyarakat di kedua kabupaten tersebut menunjukkan bagaimana dan betapa kecintaan mereka kepada NKRI, dengan cara beramai-ramai melakukan pengibaran bendera Merah Putih. Suasana bahkan sangat semarak dilakukan oleh masyarakat dengan penuh antusiasme dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-78.
Terlihat bahwa mereka semua sama sekali tidak ingin ketinggalan untuk bisa mengikuti serta memeriahkan momentum hari sangat bersejarah bagi seluruh Rakyat Indonesia tersebut. Masyarakat bersama dengan Satgas Yonif Mekanis Raider 411 / Pandawa Kostrad Pos Kout Batas Batu memasang bendera Merah Putih di sepanjang jalan di Kampung Mumugu.
Terkait dengan adanya kegiatan tersebt, Dansatgas Mobile Yonif Mekanis Raider 411 / Pandawa Kostrad, Letkol Inf Subandi mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan bentuk semarak masyarakat serta bagaimana menunjukkan rasa nasionalisme yang memang harus selalu bisa dipupuk.
Salah satu warga Papua, Yopi Paro kemudian mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang dan gembira karena bisa ikut secara bersama-sama melakukan pengibaran bendera Merah Putih di sepanjang kampungnya.
Seluruh kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat orang asli Papua (OAP) di berbagai wilayah kampung mereka tersebut adalah bukti nyata dari bagaimana sebenarnya warga di Bumi Cenderawasih sangat menginginkan kedamaian dan membela mati NKRI. Bahkan Kepala Suku telah menyatakan sikap tegasnya untuk menolak keras keberadaan KST Papua di tanah mereka.
)* Mahasiswa Papua tinggal di Gorontalo