Parlemen Indonesia Punya Posisi Strategis di P20

Read Time:1 Minute, 34 Second

JAKARTA – Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani sekaligus Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto mengatakan, parlemen Indonesia sebagai tuan rumah Sidang the 8th G20 Parliamentary Speakers’ Summit memiliki peran strategis.

“Memunculkan ide karena biasanya tuan rumah akan memunculkan ide-ide,” kata Hikmahanto dalam Trijaya Hot Topik Petang, Kamis (6/10/2022).

Hikmahanto melanjutkan, untuk posisi strategis ini, Indonesia dapat memanfaatkan kehadiran para pembicara di konferensi P20 terkait isu penting di dunia saat ini, yaitu perang Rusia dan Ukraina.

“Parlemen itu memiliki peran di dalam pemerintahan. Apakah dia sebagai pengawas, apakah dia sebagai pemberi saran termasuk juga sebagai oposisi,” ujarnya.

Parlemen tersebut, kata Hikmahanto, memiliki peran untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah negaranya. Ia berharap, strategi parlemen Indonesia terkait penyelesaian konflik di Ukraina yang disampaikan pada konferensi P20, dari sisi kemanusiaan dapat diselesaikan secara damai.

“Politik luar negeri Indonesia kan bebas aktif. Kita tidak akan memihak, tapi memihak pada sisi kemanusiaan dan menghindari krisis,” paparnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam pembukaan P20, Kamis (6/7/2022) mengatakan, Konferensi P20 menambah optimisme baru mengenai kekuatan masing-masing negara dalam bekerja sama dan saling berkolaborasi untuk menghadapi tantangan dunia yang kian berat.

“Dalam menghadapi ancaman besar ini, kemampuan dari setiap negara itu berbeda-beda, ada negara yang mampu bertahan dan memiliki resiliensi yang tinggi, tapi banyak juga negara yang terancam menjadi negara gagal yang berdampak pada jutaan warganya serta memperlebar ketidakseimbangan ekonomi global,” kata Jokowi seperti dikutip dari Antaranews.com.

Jokowi meyakini forum P20 tersebut sangat strategis untuk mendiskusikan agenda-agenda bersama dunia yang memerlukan dukungan politik dari parlemen. Dukungan politik itu diperlukan untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata yang dihadapi seluruh warga dunia.

Beberapa masalah yang dihadapi dunia saat ini, kata Jokowi, antara lain konflik geopolitik, ancaman krisis energi, krisis pangan, krisis keuangan, hingga perubahan iklim yang menimbulkan gangguan produksi pangan sehingga terdapat ancaman kelaparan. Di saat semua itu, pandemi COVID-19 pun belum sepenuhnya usai.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %